Do you know nope?Become her contact | Who is on Multiply?Find your friends | Want to learn more?Take the Tour | Already a Member?Sign In |
Menjawab semua tanda tanya dalam kepalaku… Mencoba untuk menistakan kebenaran Demi sebuah asa Hingga kupampatkan lagi pembenaran akan semua kata-kata Selamat datang hati nurani.. Kerinduan ini Entah akan mengatasnamakan cinta Atau cinta yang berlari menyelingkuh waktu Kubiarkan merajalela Pada akhirnya….
( just across in my mind )
kemana perginya para malaikat...? Jakarta, 05/12/05...... inspiring from "der untergang"
Sedikit synopsis : “…….Bagaimana bisa seorang wanita yang sensual – yang membutuhkan seorang pria untuk nafsunya, seorang lagi untuk cintanya dan seorang lagi untuk siksanya – jatuh cinta hanya pada seorang pria?.... Aku tak yakin apakah semua kekasihnya dapat dimasukkan ke salah satu kategori ini, tapi aku yakin bahwa ia telah memilihku untuk disiksa. Karena takut kehilangannya, aku menghinakan diriku sampai pada derajat terendah, bahkan kutiru gaya, sikap dan sisi-sisi menarik para kekasihnya. Namun ujung-ujungnya aku hanya menjadi germo yang sangat menyedihkan…. Aku menjulukinya pelacur karena menurutku tak ada kata-kata yang pas untuknya kecuali kata itu. Aku enggan menggunakan kata ‘istriku’, karena hubungan suami istri tak ada diantara kita. Jadi bila aku menggunakan kata ‘ istriku’ maka aku berarti menipu diri sendiri. (..... Menguak keputus asaan seorang lelaki setelah kehilangan kekasih misteriusnya yang kemudian menyeretnya ke jurang kegilaan secara bertahap…..” )
![]() ada yang bilang menjalani hidup itu mudah, semua sudah diatur benarkah? maghrib ini kudengar panggilan untuk segera menghadap Sang Khalik untuk memohon, berdoa, minta ampun, dan mungkin untuk bersyukur aku tahu…….. diriku bukan siapa siapa hanya sebuah bagian kecil yang tidak terlihat semua telah kumengerti hingga pada saat semua harus terlewati menuju sebuah jalan yang tidak pernah mengarah lelah kurasakan dalam tawa yang pijar, dalam kerumun orang-orang hanya satu jawaban yang kunanti, kapankah sebuah esok yang tidak sama akan menjelang…. karena kutahu ada yang lebih indah di atas pelangi Tuhan, aku tidak pandai berdoa mengertilah untuk kali ini……. |